Skin Protocol Gelar Zoominar, Perkenalkan Pendekatan Baru Perawatan Melasma Bersama Mela Care

Skin Protocol by DKE menggelar Zoominar bertajuk “The Next Era of Melasma Management: Integrating Dermatologic Science and Advanced Skincare Innovation” pada Selasa, 1 September 2026, pukul 08.00–12.00 WIB melalui platform Zoom Meeting.

Zoominar ini menjadi momentum grand launch Mela Care Series, sekaligus memperkenalkan pendekatan Skin Protocol dalam mendukung perawatan melasma melalui integrasi pigment correction, skin renewal, skin barrier support, dan photoprotection. Zoominar ini mendapat antusiasme tinggi dari kalangan medis dengan lebih dari 500 expertis yang mengikuti secara daring.

Menghadirkan dua pembicara ahli, Zoominar membahas manajemen melasma dari dua perspektif yang saling melengkapi: pemahaman klinis mengenai kompleksitas melasma serta bagaimana kebutuhan tersebut diterjemahkan ke dalam inovasi formula dan regimen skincare.

Melasma: Lebih dari Sekadar Masalah Pigmentasi

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE, FINSDV, FAADV melalui materi “Beyond Pigment Control: A Dermatologic Approach to Long-Term Stability in Melasma Management.”

Dalam sesinya, Dr. Fitria menyoroti salah satu tantangan utama dalam tata laksana melasma: mencapai perbaikan pigmentasi mungkin dilakukan, tetapi mempertahankan hasil dalam jangka panjang menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, keberhasilan tatalaksana melasma tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan suatu terapi dalam menurunkan pigmentasi, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat dipertahankan melalui strategi jangka panjang yang konsisten dan sesuai dengan kondisi kulit pasien.

Dalam terapi aktif, kombinasi hidrokuinon, tretinoin, dan kortikosteroid topikal telah lama digunakan sebagai salah satu pendekatan efektif untuk melasma. Namun, aspek toleransi kulit, durasi penggunaan, pengawasan klinis, serta kebutuhan akan strategi pemeliharaan menjadi pertimbangan penting dalam pengelolaan jangka panjang.

​“Tantangan terbesar dalam melasma bukan lagi hanya bagaimana mengurangi pigmen, tetapi bagaimana mempertahankan hasil tersebut dalam jangka panjang.”

Perspektif tersebut menggeser fokus dari pigment reduction menuju konsep long-term stability, di mana strategi pemeliharaan menjadi bagian penting dari perjalanan tatalaksana melasma.

Dari Kebutuhan Klinis Menuju Inovasi Formula

Perspektif klinis tersebut kemudian dilanjutkan melalui sesi kedua bersama dr. Asad Ali, M.Farm., KBA. dengan materi “Designing the Next Standard of Melasma Management: Innovation, Synergy, and Compatibility.”

Dr. Asad menjelaskan bahwa pengembangan skincare tidak hanya berkaitan dengan pemilihan satu bahan aktif, tetapi merupakan proses yang mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh, mulai dari fungsi dan konsentrasi bahan aktif, sistem penghantaran, stabilitas formula, toleransi, sensori, hingga kompatibilitas dalam regimen harian.

Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam pengembangan Mela Care Series, yang terdiri dari empat produk dengan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam sebuah regimen.

CysteaPro difokuskan pada pigment correction, Retin Pro 3 mendukung proses skin renewal, Glucothenol 10 memberikan skin barrier support, sementara SunShield 4DX melengkapi regimen melalui daily photoprotection.

Keempat produk tersebut dirancang bukan hanya untuk digunakan secara individual, tetapi sebagai bagian dari sebuah arsitektur regimen yang mempertimbangkan urutan penggunaan, kompatibilitas antarproduk, toleransi kulit, serta keberlanjutan pemakaian.

“Sebuah produk perawatan bukan hanya soal bahan aktif, melainkan sistem yang dirancang menyeluruh, mulai dari stabilitas, toleransi, hingga kompatibilitasnya dalam satu regimen harian.”

Dengan pendekatan ini, inovasi skincare ditempatkan bukan sekadar pada aspek active ingredients, tetapi juga pada bagaimana berbagai fungsi dapat diintegrasikan ke dalam regimen yang lebih terstruktur.

Dari Correction Menuju Long-Term Stability

Melasma dikenal sebagai kondisi yang dapat mengalami relaps, sehingga strategi jangka panjang menjadi bagian penting dalam mencapai hasil yang berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, penggunaan skincare tidak semata-mata dipandang sebagai pelengkap terapi, tetapi dapat menjadi bagian dari regimen perawatan yang mendukung kondisi kulit selama perjalanan tatalaksana melasma.

Melalui integrasi pigment correction, skin renewal, barrier support, dan photoprotection, Skin Protocol berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap kebutuhan kulit pasien, dengan mempertimbangkan tidak hanya fase koreksi, tetapi juga fase maintenance.

Komitmen Skin Protocol terhadap Edukasi Medis

Webinar “The Next Era of Melasma Management” menjadi salah satu bentuk komitmen Skin Protocol dalam menghadirkan edukasi medis yang menghubungkan perkembangan ilmu dermatologi dengan inovasi skincare.

Melalui forum ilmiah seperti ini, Skin Protocol berupaya membuka ruang diskusi bagi expertis untuk melihat perkembangan manajemen melasma dari perspektif yang lebih luas, mulai dari pemahaman patofisiologi, kebutuhan klinis, hingga bagaimana prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam formulasi dan regimen skincare.

Bagi Skin Protocol, inovasi tidak hanya berarti menghadirkan bahan aktif baru, tetapi juga bagaimana science diterjemahkan menjadi formula dan regimen yang relevan, kompatibel, dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan perawatan melasma tidak hanya dinilai dari seberapa jauh pigmentasi dapat dikurangi, tetapi juga dari seberapa baik hasil tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai data riset, formulasi, dan pendekatan regimen Skin Protocol?

Hubungi tim kami untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pendekatan klinis dan inovasi skincare untuk manajemen melasma.

SKIN PROTOCOL – Professional Dermatologist Partner.

Manajemen Melasma Komprehensif: Skin Protocol by DKE di PIT XXI PERDOSKI 2026