Paradigma perawatan anti-penuaan saat ini tengah mengalami pergeseran besar, dari tindakan yang bersifat agresif menuju pendekatan slow aging yang lebih lembut namun efektif secara seluler. Keinginan pasien untuk mendapatkan hasil yang tampak natural tanpa merusak kesehatan pembatas kulit (skin barrier) menjadi tantangan baru bagi para praktisi estetika medis.
Menjawab tantangan tersebut, PT. Derma Konsep Estetika (DKE) sukses menyelenggarakan Zoominar bertajuk “DNA-DRIVEN DAILY REGENERATION: WHY PDRN IS THE FUTURE OF GENTLE SLOW AGING” pada Selasa, 5 Mei 2026. Acara ini menjadi magnet bagi komunitas medis dengan menarik perhatian lebih dari 1.100 dokter estetika dari seluruh Indonesia yang ingin mendalami potensi Polydeoxyribonucleotide (PDRN) sebagai masa depan regenerasi kulit.
Paradigma Baru: Dari Agresif ke Regeneratif
Penuaan kulit kini tidak lagi dipandang sebagai proses alami yang harus dilawan dengan tindakan agresif, melainkan sebuah kondisi yang memerlukan dukungan regenerasi seluler yang tepat dan berkelanjutan. Seringkali, upaya untuk mendapatkan hasil instan melalui prosedur medis yang invasif justru berisiko merusak integritas skin barrier dan menyebabkan peradangan kronis. Menyadari tantangan tersebut, Zoominar ini mengeksplorasi bagaimana teknologi PDRN hadir sebagai solusi untuk mengembalikan kapasitas regenerasi alami kulit langsung dari level DNA.
Sesi pertama dibuka oleh Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, dengan materi bertajuk "PDRN in Clinical Practice: From Barrier Protection to True Regenerative Dermatology". Dalam pemaparannya, Dr. dr. Fitria menekankan terjadinya pergeseran paradigma klinis dari intervensi anti-aging yang agresif menuju Slow Aging Care yang menghormati integritas skin barrier.
“Kunci dari slow aging adalah memulihkan kapasitas regeneratif sel sebelum kerusakan menjadi nampak jelas secara visual. PDRN terbukti secara klinis memiliki kemampuan anti-inflamasi dan pro-kolagen yang kuat namun tetap aman untuk penggunaan harian di seluruh tipe kulit (Fitzpatrick I-VI). Ini adalah era di mana dermatologi regeneratif menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian pasien,” jelas Dr. dr. Fitria.
Melanjutkan pemaparan klinis tersebut, sesi kedua menghadirkan dr. Asad Ali, M. Farm. KBA, CEO & Director of Research and Innovation PT. DKE, yang membahas sisi sains dan formulasi melalui tema "PDRN in Modern Dermocosmetics: The Science and Formulation for Gentle Slow Aging". Beliau menyoroti fenomena “The Aesthetic Paradox”, di mana tindakan klinis yang berlebihan justru berisiko merusak matriks kulit.
“Kami memperkenalkan sistem RESToRe, sebuah protokol pemulihan melalui lima jalur regenerasi mulai dari level DNA hingga matriks kulit. Dengan memanfaatkan nucleotide salvage pathway, PDRN dalam formulasi dermokosmetik modern mampu memberikan perbaikan seluler yang presisi tanpa menimbulkan efek samping iritasi, menjadikannya standar baru dalam perawatan gentle slow aging,” ungkap dr. Asad.
Komitmen DKE untuk Edukasi Medis Berkelanjutan
Penyelenggaraan zoominar ini merupakan bagian dari komitmen DKE untuk terus mendukung tenaga medis estetika Indonesia dengan pengetahuan berbasis ilmu pengetahuan terkini. Setelah peluncuran CysteaPro pada September 2025 yang disambut lebih dari 1.000 dokter, DKE kembali membuktikan diri sebagai mitra terpercaya dalam perjalanan pengembangan klinis para dokter estetika di seluruh Indonesia.
Dengan menghadirkan PDRN sebagai solusi unggulan untuk Slow Aging Care, DKE menegaskan posisinya di garis terdepan inovasi dermocosmetics yang aman, efektif, dan inklusif untuk semua jenis kulit.
Stay Amazing, Embrace Slow Aging.